Kalo temen sekelas gue yang baca judul di atas pasti langsung meragain tarian yang kayak di iklannya deh. Your rock man ! Lanjut… Topik ini menurut gue cukup hangat juga loh di kalangan anak gaul jakarta. Terbukti begitu gue search di google soal biskuit ini, yang keluar justru obrolan mereka semua tentang iklannya. Awalnya sih gue tau iklan ini dari temen sebangku gue yang tiba-tiba nanyain ini sewaktu kita ke dufan. Kurang lebih seperti ini percakapannya.

Temen Gue : Eh, lo tau ga iklannya tori-tori ?

Gue : Hah ? Apaan tuh ?

Temen Gue : Iklan yang ada orang nari-nari begini (sambil meragain)

Sepulang dari dufan gue langsung menunggu TV untuk melihat iklan tersebut, beberapa jam kemudian gue pun berhasil melihatnya. Esok harinya pun teman sekelas gue riuh ricuh membahas ini sambil meragain gerakan ala iklan tori-tori tersebut.

Teman #1 : Tori-tori cheese crackers (sambil meragain)

Teman #2 : Ga begitu tau. Begini yang bener (kembali diperagakan)

Teman #3 : Ih ga gitu. Dia sambil maju-maju gitu geraknya (kembali diperagakan dan menurut gue inilah yang paling mirip)

MH dan MP : hahaha aku mau lihat dong rizqa iklannya, mau belajar gerakannya biar gaul

Gue : Apa sih -_-

Selama kurang lebih 2 hari ini pun terkadang teman-teman sekelas gue sambil tertawa terbahak-bahak joget-joget ala iklan tori-tori. Sampai guru bahasa Inggris di sekolah gue pun tiba-tiba dateng terus bilang, “Mam, udah liat loh iklan tori-torinya (sambil tertawa lucu)”. Gila jadi topik hangat banget deh ini iklan.

Gue yang semakin penasaran dengan seluk beluk iklan ini berusaha mencarinya di google dan youtube tapi tidak mendapatkan hasil apa-apa. Orang gue nyari gambar atau soal biskuitnya aja nihil. Dapetnya malahan begini nih di halaman pertamanya om google.

Penelusuran Lanjutan
Telusuri: web laman dari Indonesia

Urutan 110 dari sekitar 19,300 hasil telusur untuk tori-tori cheese crackers. (0.20 detik)

Hasil Telusur

  1. Twitter / Rizky Ayu arifin: Eh tolong ya, iklan tori c …

    Eh tolong ya, iklan tori cheese crackers itu, dihapus ajalah, paok kali sih! Eh tolong ya, iklan tori cheese crackers itu, dihapus ajalah, paok kali sih
    twitter.com/ayuarifin/statuses/6532180787

  2. Twitter / Adiyanti Arumsari: Tori tori cheese crackers, …

    - [ Terjemahkan laman ini ]

    Tori tori cheese crackers, iklan favoritnya @adyatiputri.
    twitter.com/adianette/statuses/6630195826

  3. [Discuss] iklan Tory Cheese Crackers – Forum KG – Cozy Place To Talk

    4 pesan - 4 penulis - Pos terakhir: 3 jam yang lalu

    sayangnya iklan tory cheese creackers nya belum ada di youtube (atau gw belom nemuin)… padahal sumpe deh ceweknya oke banget
    forum.kafegaul.com/showthread.php?goto=newpost&t… – 3 jam yang lalu

  4. risya says sumpah cewe yg ada di iklan tory cheese cracker ap bgt

    sumpah cewe yg ada di iklan tory cheese cracker ap bgt . By: risya. On: December 03, 2009 at 10:45.
    www.plurk.com/p/2uljtt – Tembolok

  5. ichaws shares http://images.plurk.com

    gambar gue pas smp haha cacat bgt dah (annoyed). posted on December 14, 2009 at 02:30PM. ichaws says tori tori tori cheese crackers tori cheese crackers
    www.plurk.com/p/2zbtba – 17 jam yang lalu

  6. twtr2src :: stuartcollin

    >Tory tory tory. Tory cheese cracker. Tory cheese cracker. Tory tory tory. Tory cheese cracker. Tory cheese cracker.
    twtr2src.ogaoga.org/users/stuartcollin – Tembolok

Kalo dari gue sendiri sih, iklannya menarik dan menghibur. Dengan begini itu biskuit kan jadi terkenal banget jadinya. Ah gue mau beli ah.

Au Revoir,

rizqafadil

Hello Seattle… (sorry keterusan nyanyi). Maksud gue… Hello… Hello… Hello… Yang yang yang digoyang goyang yang… (halah bukan ini juga maksudnya).

Malaikat Putih di sebelah kanan gue (MP) : Rizqa serius menulisnya

Malaikat Hitam di sebelah kiri gue (MH) : Yaelah santai aja coy, suka-suka lo

MP : Tidak rizqa. Tulis yang benar

MH : Bacot lo MP. Diem aje

Gue : Stoooooopppp !!!! Biarkan saya menulis dari hati

Hello,

Lama juga ya gue ga nulis (ada yang nyari ?). Well, tadinya  gue berencana bersembunyi dari kegiatan tulis menulis blog karena kegiatan gue di kelas 3 yang butuh ke seriusan total dan lembaran-lembaran kertas yang membutuhkan kesetiaan gue untuk dijamah. Selama ini gue hanya menyalurkan kesenangan dari menulis lewat twitter yang kini menjadi sahabat setia gue. Nah, kenapa sekarang gue tiba-tiba muncul lagi ?

a. iseng doang

b. olahraga tangan

c. mau curhat

d. mau tau aje lu

e. semuanya benar

MH : stop rizqa ! ini bukan sedang menulis soal, ini blog !

Gue : Astaga. Berbulan-bulan berkutat dengan soal-soal membuat gue ga bisa melupakan huruf a b c d dan e

Okay lanjut… Sebenernya latar belakang gue posting blog kali ini karena  seorang teman yang menurut gue memaksa dalam menulis dan sempat menyakiti perasaan gue. Ohya, sebelumnya gue mau klarifikasi dulu. Postingan gue kali ini bukan ngomongin orang di belakang kok, gue udah ngomong sama orangnya langsung dan gue hanya sekedar menulisnya kembali.

MP : cepat ya rizqa menulisnya

Jadi gini, di twitter gue melihat tweet temen gue itu yang berisikan kurang lebih seperti ini, “ah baru dapet 3 paragraf postingannya“. Saat itu gue langsung RT dia kok, bilang kalo nulis itu jangan maksa. Sebuah tulisan itu lebih di ibaratkan kayak batuan di sungai. Kalo air yang mengalir di sungai itu alami aja ya batu-batuan di sungai itu pasti keliatan indah kan, enak di pandanglah. Coba kalo batu-batuan yang cuma sebatas teraliri air hujan, kencing, atau air minuman yang tumpah, ga enak kan ngeliatnya, cuma sesaat. Sama deh kira-kira sama tulisan yang bersifat memaksa. Memaksa karena pengen tulisannya dibaca orang, memaksa karena pengen blognya terlihat up to date, memaksa karena ingin mendapat komentar, dan semacamnya itulah. Menurut gue, itu ga banget.

Bukan bermaksud menjadi guru sih dalam hal tulis menulis, gue hanya sekedar berpendapat aja. Lagian gue juga pernah baca kok di sebuah postingan seorang penulis (gue lupa postingannya siapa), intinya kalo nulis itu dari hati dan apa adanya aja. Ya semoga tulisan gue bermanfaat deh ya. Dibilang “bener juga” syukur, dibilang “sok tau deh lo” juga tidak apa. Gue hanya mencoba menulis yang dibilang penulis terkenal itu (anjrit masih lupa gue namanya).

Melanjutkan bahasan gue tentang sempat sakit hati. Kenapa gue bilang sempat ? Karena tidak berkelanjutan kok. Jadi di siang hari itu, gue sempat membahas ‘postingan yang memaksa’ (lagi) sama temen gue itu secara langsung alias tatap muka. Dia sempat bilang gini deh kurang lebihnya, “Apaan tuh puisi cintaku untuk bunda (postingan blog gue sebelum ini)”. Anjir, itu ngena banget di hati gue. Gue buat tulisan itu bener-bener dari hati gue yang paling dalam, tapi temen gue itu dengan sangat gampangnya ngomong gitu. Seakan ga ada rasa menghargai sedikit pun soal rasa cinta gue sama nyokap. Jujur, gue bukan anak yang deket sama orangtua, yang biasa curhat sama orangtua, yang bisa menunjukkan langsung tentang rasa sayang gue sama mereka. Gue cenderung santai banget, paling ya itu lewat kesenangan gue nulis. Paling gue cuma bisa nulis puisi tentang perasaan gue.

MH : kenapa masih lo temenin sih orang begitu ?

MP : jangan dengar rizqa. mungkin maksud dia bukan tidak menghargai, mungkin hanya bercanda

Gue : ah ribet lo pada. ngapain juga mikiran hal yang sepele begitu

Au Revoir,

rizqafadil

setiap tetes keringat yang mengalir deras di tubuh ini
aku persembahkan untuk ibunda sebagai tanda pengabdianku
setiap detak jantung yang berlari cepat dalam dadaku
aku korbankan untuk mengukir senyum dalam wajah ibunda
setiap langkah kaki melangkah menghadap tantangan
aku relakan untuk membuat ibunda bangga menatapku
setiap aku jatuh lalu bangkit kembali dalam kerasnya hidup
aku lakukan untuk menjaganya dalam tiap detik waktu
setiap aku marah pada ibunda kemudian membisu
aku menangis dalam tiap kebekuan amarahku
dalam setiap udara yang keluar masuk hidungku
aku menanam kata-kata dalam hati penuh ambisi
untuk ibunda yang rela menghempas nyawanya untukku
takkan ku biarkan nestapa menggerogoti hidupmu

oleh : Rizqa Fadilah